Gunakansoda kue dan sebuah kain basah atau kertas ampelas untuk menghapus kotoran atau karat. Anda akan membersihkan dengan sebersih-bersihnya sehingga tidak ada yang menghalangi penjepit-penjepit kabelnya. Jangan menyentuh terminal secara langsung, terutama jika terdapat bubuk berwarna putih menempel. GuK6Di. Dimulai oleh anes3003, November 04, 2008, 081059 AM sebelumnya - berikutnya »0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini. Halo semua,Baru kemarin saya beli piringan lampu led camping di toko elektronik Rp. 35rb, 27 buah led terang seperti senter led yang tersedia dipasaran, input standarnya adalah 4 buah baterai logika 4 buah baterai AA = x 4 = 6V maka saya mencoba copot satu lednya untuk testing kemudian dihubungkan ke aki cas Panasonic 6V dengan harapan bisa mendapat terang yang lebih lama.. Tapi sayang dalam hitungan detik led tersebut ini tidak terjadi dengan lampu disco led standar, saya coba satu dengan aki cas tersebut tetapi dalam waktu yang lama tidak terjadi insting newbie saya, hal itu disebabkan oleh arus yang terlalu besar dari aki cas Panasonic bagaimana cara membuat rangkaian sederhana untuk menurunkan arus tersebut menjadi asumsi saya arus 1 baterai AA 700mA x 4 = KutipMenurut insting newbie saya, hal itu disebabkan oleh arus yang terlalu besar dari aki cas Panasonic bagaimana cara membuat rangkaian sederhana untuk menurunkan arus tersebut menjadi bukan arus nya yang terlalu besar. tetapi tegangannya..., jika tegangan melebihi 6V tentu akan merusak led itu sendiri, mengenai arus tidak ada masalah. walaupun di hubungkan dengan aki 6V 10Ah, itu tidak menjadi masalah dan tidak membuat led rusak. karena led hanya mengkonsumsi arus yang di butuhkan, semakin kecil arus yang di butuhkan maka akan semakil lama nyala led nya jika di hubungkan dengan tolong di cek lagi tegangan output nya..., saya yakin yang bermasalah adalah tegangannya.., bukan Arusnya yang Anes3003 Salam kenal Anes....!Benar sekali apa yang dijelaskan oleh Jupiter. Yang akan merusak perangkat elektronik adalah tegangan yang tulisan berarti, sumber listrik tersebut akan membutuhkan arus sebesar A dalam waktu satu jam 1 hour. CMIIWKutip dari anes3003 pada November 04, 2008, 081059 AM* asumsi saya arus 1 baterai AA 700mA x 4 = baterai yang dihubungkan secara seri. Adalah benar jika Anda mengatakan tegangan total baterai akan sama dengan jumlah tegangan masing-masing baterai. Jika ada 4 baterai, masing-masing V, maka tegangan totalnya = 6 tidak demikian untuk arusnya. Jika sebuah sumber listrik dihubungkan seri, maka arus totalnya akan sama dengan arus pada masing-masing sumber listrik. Jadi kalau masing-masing baterai memiliki arus 700mA, maka ketika 4 buah baterai dihubungkan seri, Arus totalnya akan tetap 700mA. Menuju Indonesia sebagai THE COUNTRY MASTER OF TECHNOLOGY, 2030 Kutip dari anes3003 pada November 04, 2008, 081059 AM....Dengan logika 4 buah baterai AA = x 4 = 6V maka saya mencoba copot satu lednya untuk testing kemudian dihubungkan ke aki cas Panasonic 6V dengan harapan bisa mendapat terang yang lebih lama.. Tapi sayang dalam hitungan detik led tersebut rusak....keliatannya masalahnya karena yang di-test cuma satu deh... led nya dicabutmungkin lampunya didisain dengan sumber 6V tetapi dengan hambatan seluruh led, bukan satusaya prediksi konfigurasi led nya ialah seri, karena pas dicabut satu dan yang satu di-tes di 6V ternyata "terbakar"/kelebihan arussimple aja, I = V/Rhambatan 1 led tentu saja 1/27-nya 27 led jika disusun seri, makanya mengalir arus 27 kali lipat dari normal -> jebolcoba aja pasang ke-27 led ga usah dicopot satu ke accu 6Vkalo ternyata masih jebol ga tau ah.........kabur coba menjawab dengan pengetahuan yg ada di otak.........kalau memang mau menggunakan 1 LED, coba ditambahkan 1 resistor. untuk hasil terang LED yg seperti yang didambakan, pakai variable resistor, jadi bisa di set ke intensitas cahaya yang dari jupiter pada November 14, 2008, 122528 PMsebenarnya bukan arus nya yang terlalu besar. tetapi tegangannya..., jika tegangan melebihi 6V tentu akan merusak led itu sendiri, mengenai arus tidak ada masalah. walaupun di hubungkan dengan aki 6V 10Ah, itu tidak menjadi masalah dan tidak membuat led rusak. karena led hanya mengkonsumsi arus yang di butuhkan, semakin kecil arus yang di butuhkan maka akan semakil lama nyala led nya jika di hubungkan dengan pakai LED dengan tegangan maksimumnya lebih besar dari tegangan input aki tersebut 6Vsepengatahuan saya, LED memiliki beberapa tegangan variasi. Playing a lion being led to a cageI turn from surreal to seclusionFrom love to disdainFrom belief to delusionFrom a thief to a beggar From a god to God save me Kutip dari ksatriabajuhitam pada Desember 05, 2008, 101951 PMKutip dari anes3003 pada November 04, 2008, 081059 AM....Dengan logika 4 buah baterai AA = x 4 = 6V maka saya mencoba copot satu lednya untuk testing kemudian dihubungkan ke aki cas Panasonic 6V dengan harapan bisa mendapat terang yang lebih lama.. Tapi sayang dalam hitungan detik led tersebut rusak....keliatannya masalahnya karena yang di-test cuma satu deh... led nya dicabutmungkin lampunya didisain dengan sumber 6V tetapi dengan hambatan seluruh led, bukan satusaya prediksi konfigurasi led nya ialah seri, karena pas dicabut satu dan yang satu di-tes di 6V ternyata "terbakar"/kelebihan arussimple aja, I = V/Rhambatan 1 led tentu saja 1/27-nya 27 led jika disusun seri, makanya mengalir arus 27 kali lipat dari normal -> jebolcoba aja pasang ke-27 led ga usah dicopot satu ke accu 6Vkalo ternyata masih jebol ga tau ah.........kabur betul sekali coba nambahin susunan led tersebut biasanya disusun secara seri paralel bukan seri saja dan memang di disain untuk beroperasi pada arus dan tegangan tertentu.. arus memang berhubungan dengan tegangan seperti yg dijelaskan diatas I = V/R jadi yang merusak led itu adalah I karena nilai R yang tidak sesuai. Jika nilai R sesuai maka dengan V tertentu akan menghasilkan I yang sesuai dengan daerah kerja LED. LED standard daerah operasi kerja normalnya antara 10ma sampai dengan 20ma dan bila dari tegangan 6V LED membutuhkan nilai I=15ma diambil nilai tengah dari daerah kerja LED maka ya tinggal R=V/Iketemu deh nilai R untuk LED tunggal.. hitungan kasar misal I=15ma V=6V R=?R=V/I=400ohm.. kasih aja nilai yg dekat dngn aja dan dijamin ga gosong mo pake 20Ah jg gpp.. built-in double watchdog! ^^" *Problem Solved* Yah walopun telat GPP lah...Dari berbagai kutipan KutipDengan logika 4 buah baterai AA = x 4 = 6V maka saya mencoba copot satu lednya untuk testing kemudian dihubungkan ke aki cas Panasonic 6V Hal ini tidak terjadi dengan lampu disco led standar, Menurut insting newbie saya, hal itu disebabkan oleh arus yang terlalu besar Nah bagaimana cara membuat rangkaian sederhana untuk menurunkan arus tersebut menjadi saya, Ya memang karena tegangan berlebihan bukan karena di hubung seri maka arusnya tetap tidak bertambah yaitu 700mA teoriKenyataanya justru terjadi pengurangan arus. Semakin banyak baterai dihubung seri arus semakin kecil karena setiap baterai memiliki tahanan internal. Apalagi jika ada baterai jelasnya dipaling bawah tulisan berarti, sumber listrik tersebut akan membutuhkan arus sebesar A dalam waktu satu jam 1 hour. CMIIWMenurutku ini kurang menggunakan Aki Baterai tersebut, Ampere per hour berarti aki tersebut dapat mengalirkan arus secara konstan Ampere selama sejam, lebih dari sejam akan mengalami penurunan saat mencharge / mencas, maksudnya Aki tersebut membutuhkan arus konstan sebesar Ampere agar penuh dalam waktu 1 kalo ingin dicas penuh selama 5 jam berarti Ah dibagi Ah / 5 = Ah arus konstan yang diberikan ampere.Kutipkalau memang mau menggunakan 1 LED, coba ditambahkan 1 resistor. untuk hasil terang LED yg seperti yang didambakan, pakai variable resistor, jadi bisa di set ke intensitas cahaya yang salah 1 cara yang efektif untuk mencoba dan mengetahui penyebab terbakarnya LED, selain itu juga cara mengetahui arus maksimum saat LED terang mencoba dengan VR Variabel Resistor jangan lupa mulai dari tahanan terbesar led tersebut biasanya disusun secara seri paralel bukan seri saja dan memang di disain untuk beroperasi pada arus dan tegangan tertentu..Rancangan Seri Paralel biasa digunakan untuk rangkaian yang membutuhkan LED yang banyak untuk mengurangi penggunaan di rancang seri secara keseluruhan maka akan ada LED yang terang sekali dan ada LED yang redup sekali. terjadi pengurangan arus setiap LED padahal secara teori, hukum rangkaian seri adalah arus seharusnya sama untuk setiap LEDJika dirancang paralel secara keseluruhan maka setiap LED harus dipasangi resistor agar tidak merusak LED.//-Penyebab LED terbakar adalah tegangannya karena LED tidak dihubungkan secara seri dengan tahanan. Seluruh tegangan dan arus diterima langsung oleh LED sehingga rusak dan berikan tegangan 12 Vdc saya jamin tidak rusak jika diseri dengan sebuah resistor dengan catatan resistor tersebut sesuai Misal 10 Kohm 1 watt.Hal tersebut karena teori pembagian tegangan pada rangkaian pada gambarnya lainTegangan terbesar diambil oleh tahanan terbesar dan Arus terbesar akan diambil oleh tahanan terkecil aplikasi praktis.Dari gambar tersebut sebagian besar tegangan dari sumber terdapat pada resistor dan sisanya pada LED. Jadi resistor ini berfungsi sebagai pelindung coba-nya dengan mengganti nilai resistor hingga LED nyala maksimum dan resistor tidak panas 3K3 Ohm, 1 Kohm, 470 ohm, 300 ohm, 100 ohm. Daya dari resistor juga mempengaruhi panas tidaknya besar arus yang mengalir di rangkaian maka daya pada resistor harus makin ada di pasaran biasanya kalau kita beli resistor = 560 ohm 1/4 watt, 1/2 watt. 1 watt, 5 watt, pengalaman pribadi Saya sudah pernah mencoba bikin seven segmen dengan LED, 5 buah LED di seri + di seri 1 buah resistor 560 ohm 1/2 watt dengan tegangan 24V DC, dan 5 buah LED tidak putus tetapi resistornya panas banget. Terus saya ganti pakai resistor 560 ohm 1 watt dan OKe, sampai sekarang LED nya masih nyala dan resistornya tidak panas. Kutip dari cartiman pada Juli 03, 2009, 084120 AMCerita pengalaman pribadi ..........................Wkkk.. ada pengalaman pribadi ma si resistor dia. Di apain aja ?? wkk Wah kalo coba-coba ganti-ganti resistor kurang afdol = I x RP = V x ITegangan V = 24 Vdc kemudian tahanan total 5 LED dan 1 resistor 560 ohm anggap R = 560 ohmjadiI = 24 / 560 ampereI = 0,0428 ampere = 42,5 mA gunakan amperemeter digital biar yakin.P = V x IP = 24 x 0,0428P = 1,02857 harusnya sejak awal memang menggunakan resistor 1 watt, coba barang mahal d coba-coba tar rusak hayooooo.. Bukannya LED itu setara dengan 2 dioda silikon terseri, kira-kira bisa hidup dengan tegangan kalau ditembak tegangan terlalu hugh, dengan improper barier resistor ya hot-explode lebih baik menggunakan konsumsi arus besar tetapi tegangan pada toleransi diatas kebutuhan, dari pada menggunakan tegangan puluhan kali terlalu tinggi tetapi arus minim... gabung ahh... kl mo nurunin arus, pke rumus pembagi arus ja... besok2 neh,, kl mo ngetes LED, cukup pke multimeter ja..... Dear rekans,sorry membangkitkan thread yang sudah lama/ saya ada pertanyaan nih. Saya ada AC-DC Adaptor dengan spekInput 100-240VAC, 50/60Hz, 2AOutput 12V 5V ini saya coba pakai untuk memutar DC fan dengan spek 12V tidak bisa, apakah berarti arus/current yang keluar dari adaptor terlalu tinggi untuk fan tersebut? Bagaimana cara menurunkan arus/current dari adaptor tersebut agar fan tersebut bisa jalan/berputar?thx n rgds,albert Volt, Ampere adalah satuan yang setiap hari didepan mata kita bila mau memperhatikan... Apa itu Volt ? apa itu Ampere ? cari di buku IPA sekolah dasar !! Melihat kata kunci yang dipakai pengguna google atau dari komentar2 di halaman blog, masih banyak yang bertanya - "Bagaimana cara menurunkan Ampere ?" - "Bagaimana cara menurunkan Ampere accu 5A menjadi 3,5A ?" - "Saya mempunyai adaptor 12V 10A, bagaimana menurunkan Ampere nya untuk agar bisa untuk menyalakan lampu 12V 500mA ?" dan masih banyak pertanyaan tentang ampere.... mungkin pemahaman beberapa orang, Ampere sama dengan Volt.. Peralatan dengan Volt tertentu dan Ampere tertentu harus menggunakan power supply dengan Volt dan Ampere yang sama dengan pralatan Pada prinsipnya peralatan / beban akan bekerja tanpa mengalamai kerusakan bila mendapat supply listrik dengan tegangan yang sama Volt, bila supply listrik memiliki potensi arus yang besar Ampere jauh diatas kebutuhan peralatan, tidak akan menjadi masalah. ;- Ilustrasi Volt dan ampere menggunakan Analogi bak air pada power supply Disini dijelaskan model power supply dengan ilustrasi bak penampung air, cara kerjanya sama Volt = ketinggian bak penampug air Ampere = kapasitas pompa air Peralatan = pipa saluran selang dan parit selokan irigasi sawah / kebun Regulator Tegangan = kran dengan bola pelampung 1 - power supply kecil, kebutuhan arus peralatan kecil Misal kapasitas pompa = 30 liter / menit air dialirkan ke parit irigasi = 25 liter / menit ketinggian air di bak penampung akan konstan karena, air dialirkan air supply air dibak penampung tidak akan mencapai maximum aliran air ke parit tetap kecil Coba perhatikan power supply / adaptor / accu / battery 12V saat tanpa beban, tegangan sekitar 12,7V - 12,8V, saat dihubungkan ke beban dengan ampere diatas ampere power supply, teganggan akan turun sangat banyak. sama seperti bak penampung air 3 - power supply besar, kebutuhan arus peralatan kecil Misal kapasitas pompa = 90 liter / menit air dialirkan ke parit irigasi = 25 liter / menit ketinggian air di bak penampung akan konstan karena, air dialirkan < air supply bila ketinggian air dibak penampungan maximum, kran pelampung akan menutup saluran supply. aliran air ke parit tidak akan bertambah besar walaupun menggunakan pompa dengan kapasitas besar, karena gaya yang bekerja adalah ketinggian air di bak penampung, bukan langsung dari pompa 4 - power supply besar, kebutuhan arus peralatan besar Misal kapasitas pompa = 90 liter / menit air dialirkan ke parit irigasi = 80 liter / menit ketinggian air di bak penampung akan konstan karena, air dialirkan < air supply bila ketinggian air dibak penampungan maximum, kran pelampung akan menutup saluran supply. aliran air ke parit akan besar - Kesimpulan jadi pengunaan power supply dengan ampere yang sangat besar, sampai jutaan Ampere pun tidak akan merusak peralatan, karena peralatan hanya akan mengambil Arus Ampere sesuai kebutuhanya saja. berbeda dengan Tegangan Volt, naik 1V -2V dari Tegangan max perlatan mengakibatkan kerusakan / jebol / terbakar Lihat listrik PLN, dapat mensupply ke rumah2 ratusan Ampere, misalkan saja semua rumah mematikan peralatan listriknya dan 1 rumah menyalakan lampu 5 watt, apakah lampu tersebut rusak? tidak... karena Tegangganya sesuai, dan lampu hanya mengambil Arus sesuai kebutuhanya saja Pengarang Lewis Jackson Tanggal Pembuatan 9 Boleh 2021 Tanggal Pembaruan 9 Juni 2023 Video Cara mudah menurunkan mili amper driver lampu led agar sesuai dengan chip led by dokterlampu tv Sirkuit listrik berisi elemen-elemen seperti resistor, kapasitor, induktor dan sumber tegangan. Mereka dapat ditransfer secara seri atau paralel, dan mereka selalu memberikan jalur kembali untuk arus dalam loop tertutup. Untuk menurunkan arus listrik rangkaian listrik, Anda harus menurunkan tegangan sirkuit atau meningkatkan resistansi. Menurunkan arus listrik dilakukan dengan menerapkan hukum Ohm, yang diberikan oleh rumus I = V / R, di mana saya adalah arus total sirkuit dalam ampere, V adalah tegangan dan R adalah resistansi. Tambahkan resistor ke sirkuit untuk meningkatkan resistansi total. Perlawanan yang lebih tinggi menghasilkan ampere yang lebih rendah. Resistansi resistor diukur dalam ohm. Sebuah resistor bekerja dengan "menahan" aliran arus melalui rangkaian. Berhati-hatilah agar Anda tidak melebihi peringkat watt resistor yang terdaftar di pabrik. Turunkan arus rangkaian dengan menambahkan perangkat resistansi variabel atau meningkatkan resistansi pada apa pun yang sudah Anda miliki di sirkuit. Perangkat resistensi variabel termasuk transistor, FET dan rheostat, yang merupakan resistor variabel dua terminal. Kurangi tegangan di sirkuit Anda untuk menurunkan arus listrik. Misalnya, turunkan sumber tegangan dari baterai 12V ke baterai 9V.