Untukmenjawab persoalan itu, Komunitas Latun menggalang donasi publik dan dijadikan dana kompensasi bagi nelayan yang menyelamatkan telur-telur penyu dari alam. "Donasi publik kami kelola menjadi kompensasi untuk pelestari penyu dan saat ini sudah 800 telur penyu yang terkumpul," ucapnya. AnggotaKomunitas Lestari Alam Laut untuk Negeri Bengkulu akan memberikan kompensasi untuk para nelayan penyelamat telur penyu untuk dieramkan yang Top News Terkini BA1E. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-15 084947 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d798fb42ee6b76c • Your IP • Performance & security by Cloudflare › Humaniora›Masyarakat Pesisir Jadi Garda ... Kesadaran masyarakat terhadap pelestarian penyu dan lingkungan perlu ditingkatkan. Apabila masyarakat menaruh perhatian, penyu dapat menjadi daya tarik pariwisata. Oleh Agustinus Yoga Primantoro 5 menit baca WILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONOMerangkak menuju lautan KOMPAS — Keberlangsungan hidup penyu terancam oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim. Komunitas pelestari yang melibatkan masyarakat sekitar kawasan konservasi dapat menjadi garda terdepan untuk menjaga dan melestarikan Utama Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Dermawan, menyampaikan, penyu adalah hewan purba yang statusnya kini terancam punah. Selain perburuan penyu dan telur penyu oleh manusia, terdapat faktor lain yang membuat penyu kian terancam. Intervensi berupa pembangunan permukiman di wilayah pesisir pantai juga mengancam habitat penyu. Lalu ada juga beberapa faktor alamiah yang dapat memengaruhi keberlangsungan hidup penyu, seperti abrasi pantai, perubahan iklim, dan predator.”Naiknya suhu akibat perubahan iklim akan membuat penyu yang menetas dominan betina sehingga berpengaruh terhadap keseimbangan reproduksi,” ujar Agus dalam webinar bertajuk ”Kupas Tuntas Buku Penyu dan Paloh, Kisah Perjalanan 13 Tahun Konservasi di Pulau Borneo”, Kamis 6/4/2023.Lokasi konservasi penyu yang telah berlangsung sejak tahun 2009 itu terletak di Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, atau sedikitnya menempuh perjalanan selama enam jam dari Pontianak. Pantai sepanjang 63 kilometer yang meliputi Desa Sebubus dan Desa Temajuk di Paloh tersebut merupakan tempat penyu bertelur setiap LAYARPara pembicara dalam webinar bertajuk "Kupas Tuntas Buku Penyu dan Paloh, Kisah Perjalanan 13 Tahun Konservasi di Pulau Borneo", Kamis 6/4/2023.Upaya perlindungan terhadap penyu sebagai satwa yang dilindungi, kata Agus, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu, ada juga Peraturan Pemerintah No 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa, PP No 8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, serta UU No 45/2009 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa mendorong pelestarian penyu dengan menerbitkan Rencana Aksi Nasional RAN Tahun 2016-2020 tentang Konservasi Penyu. Program tersebut dilanjutkan kembali dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 65/2022 tentang RAN Konservasi Penyu Tahun 2022-2024.”Selain melakukan pendataan dan riset kajian mengenai penyu, sasaran dari program RAN itu meliputi perlindungan habitat penyu dengan penentuan kawasan konservasi, pengelolaan dan pengawasan konservasi penyu, partisipasi masyarakat, dan penyelamatan penyu yang sakit ataupun yang terdampar,” kata hasil evaluasi, tingkat ketercapaian program RAN sebelumya baru mencapai 78 persen. Oleh sebab itu, pada RAN kali ini, pemerintah turut melibatkan masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah agar lima sasaran program konservasi penyu dapat WERDIONOTukik jenis lekang berumur satu bulan yang akan dilepasliarkan di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 17/9/2022. Terdapat beberapa komunitas yang turut membantu pelestarian penyu di Paloh, seperti Yayasan World Wide Fund WWF Indonesia, Kelompok Masyarakat Pengawas Kambau sebutan penyu dalam bahasa masyarakat sekitar Borneo, Kelompok Wahana Bahari Paloh, serta tim Monitoring Penyu Paloh. Selain berperan dalam konservasi penyu, komunitas tersebut turut terlibat dalam pengembangan wisata pantai Kelompok Masyarakat Wahana Bahari Paloh Zulfian menyampaikan, kegiatan rutin yang dilakukan komunitasnya antara lain wisata edukasi penyu, patroli, dan pendataan penyu. Menurut dia, masyarakat kini semakin sadar untuk tidak memburu penyu dan telur penyu.”Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengunjung tentang seberapa penting peran penyu. Perburuan telur penyu kini sudah hampir tidak ditemukan lagi. Masyarakat sekitar juga semakin sadar untuk melestarikan penyu dengan tidak memburunya,” kata masyarakat terhadap pelestarian penyu dan lingkungan perlu ditingkatkan. Tentu tidak bisa hanya mengandalkan komunitas saja. Apalagi, pantai ini bukan kawasan konservasi dan untuk mendapatkan telur yang ditemukan warga, kami harus membayar Rp per butir agar telur itu dapat Bidang Kelautan, Pesisir, Pulau-pulau Kecil, dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Dionisius Endy menjelaskan, mulanya banyak orang sekitar kawasan konservasi berpikir bahwa berlimpahnya telur penyu itu sebuah anugerah. Anggapan tersebut membuat mereka dengan mudahnya menjual telur penyu ke pasar seharga Rp per pikir tersebut perlahan luntur dan masyarakat mulai menyadari pentingnya melestarikan lingkungan seiring diadakannya Festival Pesisir Paloh pada tahun 2012. Festival kebudayaan tersebut turut menjadi ajang edukasi bagi masyarakat sekitar dan sekaligus mendatangkan wisatawan.”Kampanye tentang pelestarian penyu ini memerlukan waktu yang panjang. Kami menekankan bahwa dari menetasnya satu telur menjadi tukik, masyarakat dapat merasakan banyak manfaat. Kelestarian penyu dapat mendatangkan wisatawan yang menggerakkan roda ekonomi, dan melestarikan lingkungan,” ujar INDRASeekor penyu sisik Eretmochelys imbricata berenang ke laut lepas setelah berhasil dilepaskan dari jeratan tali pada kumpulan sampah di dekat Pulau Cilik, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu 12/6/2022. Selain pemerintah dan masyarakat, sosialisasi dan edukasi baik dalam bentuk pengawasan maupun festival itu terwujud melalui peranan Yayasan WWF Indonesia. Organisasi konservasi berskala global tersebut turut mengembangkan inovasi kepada nelayan sekitar wilayah konservasi.”Selain masalah perdagangan penyu dan telur penyu, nelayan setempat kerap secara tidak sengaja mendapatkan penyu yang terjerat jaring. Untuk itu, kami berinovasi dengan teknologi lampu hijau. Menurut riset, warna hijau adalah warna yang tidak disukai oleh penyu sehingga mereka tidak terjerat jaring lagi,” tutur Marine Biodiversity Conservation Manager, Yayasan WWF Indonesia, Candhika juga Muji Arisno dan Parjiman, Konservasi Penyu Bangkitkan Wisata Pantai di KebumenCandhika menambahkan, kehadiran WWF adalah untuk mendukung program pemerintah terkait pengelolaan kawasan konservasi. Selain melakukan pendataan dan pemberian informasi, WWF turut menggandeng masyarakat sekitar Paloh untuk berpartisipasi.”Keberlangsungan hidup penyu harus terus dijamin. Kehilangan populasi penyu di Paloh akan mengganggu keseimbangan ekosistem global. Harapannya kawasan konservasi di Paloh ini dapat menjadi referensi di tempat lain,” kata selatanTerdapat tujuh jenis penyu yang ada di dunia, yakni penyu hijau Chelonia mydas, penyu sisik Eretmochelys imbricata, penyu lekang Lepidochelys olivacea, penyu tempayan Caretta caretta, penyu pipih Natator depressus, penyu belimbing Dermochelys coriacea, dan penyu kempi Lepidochelys kempii. Enam dari tujuh jenis tersebut terdapat di perairan Indonesia dan salah satunya di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa MEGANDIKA WICAKSONOTukik atau anak penyu di dalam kolam Konservasi Penyu Kaliratu di Desa Jogosimo, Klirong, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu 8/6/2022.Stanislas Kostka Bima Chrisanto 24, pegiat konservasi dari komunitas reiSPIRASI di Yogyakarta, menceritakan, kegiatan konservasi di Pantai Samas meliputi pencatatan, sosialisasi, pengeraman telur, dan pelepasan tukik. Sama seperti di Paloh, masyarakat pesisir Samas kini sudah tidak lagi memburu telur penyu.”Kesadaran masyarakat terhadap pelestarian penyu dan lingkungan perlu ditingkatkan. Tentu tidak bisa hanya mengandalkan komunitas saja. Apalagi, pantai ini bukan kawasan konservasi dan untuk mendapatkan telur yang ditemukan warga, kami harus membayar Rp per butir agar telur itu dapat menetas. Mungkin ini bisa jadi praktik ilegal, tetapi mau bagaimana lagi,” ujar juga Dalam 30 Tahun, Sebanyak 1,1 Juta Penyu DiburuSetiap tahunnya, terdapat 10 sampai 15 penyu yang akan datang ke pantai Samas untuk bertelur. Dari total sekitar telur, hanya 700-an telur yang menetas menjadi tukik. EditorALOYSIUS BUDI KURNIAWAN Penyu abu-abu/penyu lekang berusia satu tahun di Konservasi Pantai Pelangi Saya belum pernah melihat penyu sebesar ini. Saya belum pernah melihat penyu sebanyak ini. Saya belum pernah bersama tim sekompak ini. Pagi-pagi, di bawah pohon cemara udang dan beberapa pandan laut lah awal mula cerita konservasi ini. Datang bersama Kompasianer Jogja serta rekan-rekan tim menyusuri pinggir Pantai Pelangi. Di pantai yang letaknya sederet dengan Pantai Parangtritis ini, tak sekedar melakukan penyusuran dan foto-foto. Targetnya adalah melakukan penanaman pandan laut dan bersih pantai. Briefing sebelum tanam pandan laut doc. Mbak Vika ialah komunitas pelestari penyu di Pantai Pelangi Yogyakarta. rutin menyelenggarakan program tanam pandan laut dan bersih pantai saban bulannya. Hal tersebut digalakan tentunya masih ada kaitanya dengan pelestarian penyu. Yakni dengan menanam pandan laut, dengan merawat lingkungan yang menjadi habitat tempat bertelur penyu, akan membuat penyu berkembang biak dengan nyaman. Penyu mempunyai peran penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Peran itu diantaranya memakan berbagai spons, selanjutnya mampu mengatur komposisi spesies dan distribusi spons dari terumbu karang. Jumlah spons yang mendominasi terumbu karang bisa merubah struktur ekosistem. Peserta tanam pandan laut melihat penyu hasil penetasan Bisa menjadi seperti itu karena spon terlapisi zat kimia yang menghalangi ikan dan sebagian besar mamalia air untuk memakannya. Penyu sisik menjaga fungsi terumbu karang supaya berkoloni, bertumbuh dan lebih produktif berkembang. Penyu sisik merobek spon ketika berenang melewati celah spon dan terumbu karang. Spons yang terobek akan terbuka dan nutrisi di dalam spons dapat menjadi makanan untuk spesies ikan dan binatang laut lainnya. Tak hanya penyu sisik, ada pula penyu lekang di tempat konservasi ini. Yang menakjubkan, penyu Belimbing di tahun 2021 juga pernah mendarat disini, bahkan hingga empat kali menurut Penuturan Daru, salah seorang volunteer 4K. Meski telur penyu ini belum berhasil menetas namun setidaknya tempat ini berpotensi menjadi rumah, tempat pulang penyu tersebut di masa mendatang. penyu lekang di konservasi pantai pelangi Menyinggung tidak menetasnya telur penyu tersebut. Ada kemungkinan telur-telur tidak terbuahi oleh pejantan. Penyu jantan menetas saat suhu pada sarang tidak terlalu panas. Adanya pandan laut akan menurunkan suhu. Anak penyu/tukik yang menetas komplit jantan dan betina akan menghindarkan penyu dari kepunahan. Sekilas fakta tentang Penyu Belimbing yang mendarat di Pantai pelangi. Penyu belimbing merupakan sejenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. Penyu yang satu ini merupakan penyu yang mampu tumbuh dengan sangat besar, hingga masuk dalam penyu terbesar di dunia sekaligus merupakan reptile keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya raksasa. Sebelum pulang, bersama tim 4k, kompasianerjogja, UGM, atmajaya dan mahasiswa lainnya doc. Mbak Vika Matahari mulai terik. Peserta kembali ke tempat semula untuk makan siang seusai melakukan penanaman pandan laut dan bersih pantai. Makan siang selesai. Kegiatan dilanjut mencuci dan memotong sampah plastic yang akan didaur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang, bisa dikendalikan akan membuat kehidupan di alam menjadi lebih baik. Sebelum menutup cerita ini. Dulu saat menonton film finding nemo, dalam hati saya bertanya-tanya. Masih bisakah generasi mendatang melihat penyu secara langsung. Saya lega setelah melihat puluhan pemuda lintas kampus berkegiatan disini. Bagaimana dengan kamu? tertantang ambil bagian dan siap bergabung menjadi volunteer konservasi penyu? SUMBER